Until We Meet Again (2026) mengisahkan Misora Shimizu, seorang wanita muda yang berkali-kali gagal mendapatkan pekerjaan hingga akhirnya berada dalam kondisi tanpa tempat tinggal. Di balik kehidupannya yang penuh kegagalan, Misora ternyata memiliki kemampuan yang tidak biasa: ia dapat mendengar suara orang yang telah meninggal dunia. Kemampuan tersebut selama ini ia sembunyikan karena takut dianggap aneh oleh orang lain.
Suatu hari, kehidupannya berubah setelah Misora bertemu dengan Reiji Urushibara, seorang perencana pemakaman yang bekerja di perusahaan Bando Kaikan. Reiji menyadari bahwa Misora memiliki kemampuan khusus tersebut dan menyarankan agar ia menggunakan kelebihannya untuk membantu orang lain. Dari pertemuan itu, Misora akhirnya mendapatkan kesempatan untuk bekerja sebagai intern di perusahaan pemakaman.
Namun menjadi perencana pemakaman ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Reiji dikenal sebagai mentor yang tegas dan memiliki standar tinggi. Ia tidak hanya mengajarkan Misora bagaimana mengurus pemakaman, tetapi juga bagaimana menghadapi keluarga yang sedang kehilangan orang yang mereka cintai. Sikap Reiji yang keras sering membuat Misora merasa tertekan dan kehilangan kepercayaan diri.
Meski demikian, Misora perlahan mulai memahami alasan di balik sikap Reiji. Ia melihat bagaimana Reiji memperlakukan orang yang telah meninggal dengan penuh rasa hormat dan berusaha memberikan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Setiap kali peti jenazah dibawa keluar, Reiji mengucapkan kata-kata perpisahan dengan lembut, membuat Misora mulai memahami bahwa pemakaman bukan hanya tentang mengantar seseorang menuju kematian, tetapi juga membantu orang yang masih hidup untuk melanjutkan kehidupannya.
Dengan kemampuan mendengar suara orang yang telah meninggal, Misora kemudian menghadapi berbagai kisah keluarga yang berbeda. Ada keluarga yang harus kehilangan seorang istri dalam keadaan tragis, keluarga yang kehilangan anak mereka, serta orang-orang yang meninggalkan pesan terakhir yang belum pernah tersampaikan kepada orang yang mereka cintai. Setiap kasus membuat Misora semakin memahami kehidupan, kehilangan, penyesalan, dan arti sebuah perpisahan.
Seiring berjalannya waktu, hubungan Misora dan Reiji juga berkembang. Dari hubungan antara seorang pemula dan mentor yang keras, keduanya perlahan menjadi pasangan yang saling memahami dan bekerja sama. Misora mulai mendapatkan kepercayaan Reiji, sementara Reiji melihat bahwa kemampuan dan ketulusan Misora dapat membantu mereka memberikan perpisahan terakhir yang paling bermakna bagi setiap orang yang mereka tangani.
Di tengah berbagai kisah kematian dan kehilangan, Misora juga mulai mempertanyakan arti kehidupan dan perpisahan. Kemampuannya mendengar suara orang yang sudah meninggal membuatnya menyadari bahwa banyak orang pergi dengan kata-kata yang belum sempat disampaikan. Karena itu, ia berusaha membantu mereka menyampaikan pesan terakhir kepada orang-orang yang masih hidup.
Until We Meet Again (2026) merupakan film Jepang bergenre romance dan drama emosional yang mengangkat tema kehilangan, keluarga, kehidupan setelah kematian, dan arti sebuah perpisahan. Dengan perjalanan Misora dan Reiji sebagai perencana pemakaman, film ini menunjukkan bahwa meskipun kematian menjadi akhir bagi seseorang, perasaan, kenangan, dan pesan yang ditinggalkan dapat membantu orang yang masih hidup untuk menemukan kekuatan dan melanjutkan hidup mereka.