Suatu hari Shiino mengetahui bahwa sahabatnya, Mariko, telah bunuh diri. Setelah merebut guci abu Mariko dari ayahnya yang kejam, Shiino menuju ke Tanjung Marigaoka, tempat yang selalu ingin dikunjungi Mariko. Shiino Tomoyo telah mendampingi sahabatnya, Mariko, selama bertahun-tahun menghadapi kekerasan, penelantaran, dan depresi. Betapa pun mengerikannya keadaan Mariko, persahabatan mereka telah menjadi satu-satunya hal yang menenangkan dalam hidupnyaβdan juga dalam hidup Tomoyo. Hingga suatu hari Tomoyo benar-benar terkejut dengan berita kematian Mariko. Semasa hidupnya, Tomoyo merasa tidak berdaya untuk membantu sahabatnya keluar dari kegelapan yang akhirnya mendorongnya ke jurang kehancuran. Sekarang, Tomoyo bertekad untuk membebaskan abu Mariko untuk satu perjalanan terakhir bersama guna membebaskan Mariko yang terkasih dan hancur hatinya.