Remittance Letter (2026) mengangkat kisah emosional tentang kehidupan seorang pekerja migran yang meninggalkan tanah airnya demi mencari nafkah untuk keluarga yang ia cintai. Jauh dari rumah, ia menjalani kehidupan yang penuh perjuangan, keterasingan, dan pengorbanan yang tidak terlihat oleh orang lain.
Cerita berpusat pada surat-surat yang ia kirimkan bersama uang hasil kerjanya—“remittance letter”—yang menjadi satu-satunya jembatan komunikasi antara dirinya dan keluarga di kampung halaman. Dalam setiap surat, ia mencoba menyembunyikan kesulitan yang ia hadapi, hanya menunjukkan sisi kuat agar keluarganya tidak khawatir.
Di sisi lain, keluarganya di rumah juga menghadapi tantangan mereka sendiri—harapan besar yang dititipkan pada sosok yang bekerja di luar negeri, serta tekanan ekonomi yang membuat mereka bergantung pada kiriman tersebut.
Seiring waktu, jarak dan waktu mulai menciptakan perubahan dalam hubungan mereka. Perasaan rindu, kesalahpahaman, dan realita pahit kehidupan perlahan muncul ke permukaan. Surat-surat yang dulunya penuh harapan mulai berubah menjadi ungkapan kelelahan, keraguan, dan pertanyaan tentang arti pengorbanan itu sendiri.